Hati-hati minum kopi di warkop dan kafe sambil chating! Kini, modus baru perampokan di Makassar mengicar pengunjung warkop (warung kopi) yang lagi asyik chating.
Sabtu dinihari, 22 Agustus, tiga mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar menjadi korban perampokan di Kafe DGreen Jl Sungai Saddang Baru Nomor 46 Makassar. Juli lalu, aksi yang sama juga terjadi di sebuah warkop di Jl Abdullah Dg Sirua dengan sasaran yang sama.
Akibatnya, pengunjung kafe ini harus rela dibawa kabur laptopnya. Korban perampokan adalah Rendy, Rani, dan Erwin. Ketiga korban ke kafe itu untuk mengakses internet jejaring pertemanan, facebook sekira pukul 01.30. Tanpa mereka sadari, tiba-tiba tempat itu didatangi enam pemuda dengan mengendarai tiga unit sepeda motor.
Awalnya, kedatangan pemuda itu tidak menjadi perhatian bagi beberapa pengunjung kafe. Pasalnya, mereka masuk ke kafe layaknya pengunjung biasa dan mengambil posisi yang sama dengan pengunjung lain. Bahkan, mereka sempat memesan dan menikmati kopi dan minuman dingin di tempat itu.
Beberapa saat kemudian, gelagak mencurigakan mulai terlihat. Salah seorang pemuda langsung berdiri dan menuju ke arah pintu depan kafe. Tindakan itu disusul pemuda lainnya yang juga berdiri. Namun kali ini, mereka langsung mengeluarkan badik dari balik bajunya.
"Tidak ada yang merasa curiga terhadap gerak-gerik mereka. Penampilan mereka juga tidak mencurigakan bagi pengunjung kafe lainnya. Nanti mereka berdiri baru kami sadar mereka hendak berbuat jahat," ujar Rendy.
Merasa aksinya di atas angin, kelompok pemuda tersebut langsung mengacungkan benda tajam itu ke arah beberapa pengunjung kafe yang asyik di depan laptop mereka. Sambil mengancam, pemuda itu memaksa korbannya untuk menyerahkan komputer jinjing tersebut.
Secara berturut-turut, pemuda tersebut menyita tiga laptop merek Acer dari tangan tiga pengunjung. Selain mengeluarkan badik, beberapa pemuda lainnya juga mengeluarkan busur lengkap dengan anak panahnya.
"Anak panah itulah yang diarahkan pada kami saat mereka hendak keluar dari kafe tersebut. Mereka mengancam akan melesatkannya jika di antara kami ada yang melawan," tambah korban lainnya bernama Erwin.
Ketiga korban, tidak dapat berbuat banyak lantaran khawatir melihat ancaman tersebut. Apalagi, oknum pemuda tersebut langsung mendekati korbannya dan mengarahkan ujung badik ke tubuh korban.
Usai melakukan aksinya, kelompok pemuda itu langsung meninggalkan tempat itu. Ketiga korban mengaku sulit merinci ciri-ciri dan sepeda motor yang digunakan oknum pemuda itu. Saat melakukan aksinya, mereka mengenakan jaket hitam dan beberapa di antara mengenakan topi.
Beberapa saat sdetelah kejadian, Kepolisian Resor Kota Makassar Timur dan Polsekta Rappocini tiba di lokasi kejadian. Selain mengarahkan tiga koran untuk melapor, polisi juga berusaha mengendus jejak keenam pemuda yang mengendarai roda dua tersebut.
Kepala Kepolisian Resor Kota Makassar Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi Mansjur yang dikonfirmasi mengaku masih melakukan penyelidikan kasus tersebut. Menurutnya, aksi perampokan itu adalah modus baru yang dilakukan di kafe dan tempat keramaian lainnya.
"Kami masih menyelidiki oknum pemuda yang diduga sebagai pelaku. Tindakan mereka dilakukan dengan modus baru dengan mendatangi langsung tempat keramaian untuk melakukan aksinya," ujar Mansjur.
Selain mengimbau warga untuk selalu waspada, pihaknya juga akan mengintensifkan patroli di tempat-tempat yang rawan terjadi tindakan tersebut.
"Kami juga menyarankan agar pemilik cafe dan warung kopi menyediakan proteksi semisal Circuit Closed Television (CCTV). Ini membantu petugas melakukan pelacakan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tandasnya. (rah)